JIKA ANDA SAYANG IBUMU BACA ARTIKEL INI DAN PAHAMILAH...!!! TAHUKAH KAMU PERASAAN SEORANG IBU KETIKA DIBENTAK ANAKNYA TERNYATA LEBIH SAKIT DARI MELAHIRKAN. TOLONG DI SEBARKAN DENGAN YANG LAIN YA....!!!




IBU, masakin air bu. Saya inginkan mandi pakai air hangat, ” seseorang anak memohon ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.


Sang ibu dengan ikhlas lakukan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“Jangan begitu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama rekan,. ” tutur sang anak.
Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap, ” ibu ini memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Sesudah selesai mandi dan pakai pakaian rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dahulu ya, inginkan jalan-jalan sama rekan. ”

“Mau kemana nak? ” kemukakan pertanyaan sang ibu.

“Kan sudah saya katakan, saya inginkan keluar jalan-jalan sama rekan, ” kata


sang anak sambil mengernyitkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Walaupun sesungguhnya perutnya begitu lapar, di meja makan tidak ada makanan apapun.
Kian lebih satu waktu itu, ibunya datang



sambil mengemukakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi? ”

“Hah, ibu dari tempat mana saja. Saya itu lapar, inginkan makan tidak ada makanan di meja makan. Harusnya jika ibu inginkan keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan suara begitu lantang.

Sang ibu coba menerangkan sembari memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda jangan pernah geram dulu. Ibu tadi keluar tidaklah untuk persoalan yg tidak paling utama, anda belum tahukan apabila istrinya Pak Rahman meninggal dunia? ”

“Meninggal? Walaupun sesungguhnya tidak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, suara suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal dunia waktu Maghrib tadi. Dia meninggal dunia dunia saat melahirkan anaknya. Anda harus juga memahami nak, seorang ibu ini bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya, ” ibu berikanlah penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia kemukakan pertanyaan pada ibunya, “Itu berarti, ibu saat melahirkanku juga sekian? Ibu juga rasakan sakit yang mempesona juga? ”

“Iya anakku. Saat ini ibu mesti berjuang menahan rasa sakit yang mempesona. Namun, ada yang lebih sakit dari pada cuma melahirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab.

“Apa ini, Bu? ” sang anak inginkan tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.
Sang ibu tak dapat menahan air mata yang mengalir dari semasing sudut matanya seraya berkata,

“Rasa sakit waktu ibu melahirkanmu ini tak seberapa, bila di banding dengan rasa sakit yang ibu rasakan waktu dirimu membentak ibu dengan suara lantang, waktu kau menyakiti hati ibu, Nak. ”
Si anak selekasnya menangis dan memohon ampun atas apa yang sudah diperbuat hingga saat ini pada ibunya.

Masih tetap beranikah anda membentak ibumu yang sudah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan anda? Silakan Sebarkanlah narasi..

sekianlah info ini mudah mudahan berguna dan bermanfaat.. silahkan click link dan sharing..