Jumat, 04 November 2016
ISLAMI
Utamakanlah Kelembutan dalam Mendidik Anak...yo...Bagikan...
Dalam hal apapun yang Anda lakukan, dan dengan siapapun Anda berinteraksi, maka utamakanlah kelembutan; apalagi kepada anak Anda sendiri. Jikalau Anda ingin menasehatinya, maka nasehatilah dengan lemah lembut. Jikalau ia melakukan kesalahan, maka perbaikilah dengan kelembutan.
Rasulullah Saw bersabda:
“Tidaklah kelembutan berada dalam sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah tercerabut dari sesuatu, kecuali ia akan menghinakannya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
Dalam riwayat lainnya dijelaskan:
“Sesungguhnya Allah Swt mencintai orang yang lemah-lembut dan mencintai kelembutan. Sesungguhnya Dia memberikan pada kelembutan, apa yang tidak diberikan pada kekasaran dan selainnya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
Catatan penting yang perlu Anda: Hendaklah Anda menjadi teladan yang baik bagi anak-anak Anda. Jikalau anak Anda sekarang suka membangkang, maka artinya ada sesuatu yang salah dalam pendidikan yang Anda berikan selama ini. Sikap Anda yang suka marah-marah dan mencela, bisa jadi telah tertanam dalam dirinya.
Bukankah seorang anak itu seperti kertas putih yang bersih, yang belum ditulis dengan apapun. Setiap yang didengarnya dari Anda, maka akan tertulis dalam memorinya. Inilah yang disabdakan Rasulullah Saw:
“Tidak ada seorang anakpun, kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka, kedua orantuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari]
Anda sebagai ibunya harus memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik ibadah, mualamah, kata-kata dan perbuatan. Jikalau Anda suka berbicara halus, maka anak Anda juga akan tumbuh sebagai sosok yang berperilaku halus dan sopan. Sebaliknya, jikalau Anda suka kasar dan mencaci-maki, ia juga akan tumbuh dengan sikap yang sama.
Cobalah perhatikan kisah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu ini, yaitu bagaimana ia meniru Rasulullah Saw beribadah pada masa kecilnya. Tepatnya, ketika ia pernah bermalam di rumah bibinya Maimunah yang merupakan Ummahat Al-Mukminin. Pada malam harinya, ia melihat Rasulullah Saw bangun dan berwudhu untuk mengerjakan shalat Tahajjud. Maka, ia bangun dan berwudhu; sebagaimana yang dilakukannya. Kemudian ia menghampirinya dan berdiri di samping kirinya. Kemudian beliau memindahkannya ke samping kanannya dan mengerjakan shalat bersama-sama.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari]
Umar bin Atabah pernah berkata kepada pendidik anaknya:
“Langkah awal untuk mendidik anakku adalah memperbaiki dirimu. Mata mereka akan selalu melihat apa yang ada pada dirimu. Jikalau engkau melakukan kebaikan, maka mereka juga akan melakukannya. Dan jikalau engkau melakukan keburukan, maka mereka tidak akan meninggalkannya.”
Rasulullah Saw bersabda:
Dalam riwayat lainnya dijelaskan:
“Sesungguhnya Allah Swt mencintai orang yang lemah-lembut dan mencintai kelembutan. Sesungguhnya Dia memberikan pada kelembutan, apa yang tidak diberikan pada kekasaran dan selainnya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
Catatan penting yang perlu Anda: Hendaklah Anda menjadi teladan yang baik bagi anak-anak Anda. Jikalau anak Anda sekarang suka membangkang, maka artinya ada sesuatu yang salah dalam pendidikan yang Anda berikan selama ini. Sikap Anda yang suka marah-marah dan mencela, bisa jadi telah tertanam dalam dirinya.
Bukankah seorang anak itu seperti kertas putih yang bersih, yang belum ditulis dengan apapun. Setiap yang didengarnya dari Anda, maka akan tertulis dalam memorinya. Inilah yang disabdakan Rasulullah Saw:
“Tidak ada seorang anakpun, kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka, kedua orantuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari]
Anda sebagai ibunya harus memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik ibadah, mualamah, kata-kata dan perbuatan. Jikalau Anda suka berbicara halus, maka anak Anda juga akan tumbuh sebagai sosok yang berperilaku halus dan sopan. Sebaliknya, jikalau Anda suka kasar dan mencaci-maki, ia juga akan tumbuh dengan sikap yang sama.
Cobalah perhatikan kisah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu ini, yaitu bagaimana ia meniru Rasulullah Saw beribadah pada masa kecilnya. Tepatnya, ketika ia pernah bermalam di rumah bibinya Maimunah yang merupakan Ummahat Al-Mukminin. Pada malam harinya, ia melihat Rasulullah Saw bangun dan berwudhu untuk mengerjakan shalat Tahajjud. Maka, ia bangun dan berwudhu; sebagaimana yang dilakukannya. Kemudian ia menghampirinya dan berdiri di samping kirinya. Kemudian beliau memindahkannya ke samping kanannya dan mengerjakan shalat bersama-sama.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari]
Umar bin Atabah pernah berkata kepada pendidik anaknya:
“Langkah awal untuk mendidik anakku adalah memperbaiki dirimu. Mata mereka akan selalu melihat apa yang ada pada dirimu. Jikalau engkau melakukan kebaikan, maka mereka juga akan melakukannya. Dan jikalau engkau melakukan keburukan, maka mereka tidak akan meninggalkannya.”
