Jumat, 04 November 2016
TRENDING
Yang Tau Info Ini Mohon Dibagikan ''Inilah Detik-detik Mendekati Banjir Mengerikan di Garut'' Semoga Mereka Yang Di Beri Kesabaran Dan Yang Telah Pergi Diterima DiSisi Allah AMINN...
Banjir bandang di Garut yang berlangsung pada Rabu (21/9/2016) awal hari tadi tampak mengerikan. Peristiwa ini dapat disaksikan oleh mereka yang ada dari dataran tinggi.
“Saya saksikan terang seperti ombak tsunami, besar sekali. Saya posisinya diatas di Jalan Cimanuk ini. Banjir segera ke dataran rendah di sekitaran Tarogong Kidul, tepatnya ke arah tempat tinggal sakit, ” tutur Fikri Imanudin (36), salah seseorang pedagang mi ayam keliling yang berdagang tengah malam di sekitaran Jalan Cimanuk, Garut, Rabu (21/9/2016).
“Di sana kan tempat permukimannya dibawah serta samping Sungai Cimanuk persis. Jembatan Sungai Cimanuk ini ke basic sungai itu ada sekitaran 15 mtr. serta luas. Terbayang kan air meluapnya begitu besar. Bila ke atas hanya cipratannya saja, namun tetaplah ada air besar masuk ke jalan atas ini, ” lanjut Fikri.
ada di sekitaran perempatan Cimanuk atau tidak jauh dari jembatan Cimanuk arah RSUD dr Slamet serta Kantor Bupati Garut. Ia mengakui kaget waktu lihat gumpalan air besar tutup jembatan serta jalan menuju RSUD Garut yang posisinya alami penurunan atau dibawah Jalan Cimanuk.
Daerah itu adalah lokasi padat masyarakat serta ditempati beberapa ribu warga hingga ke arah kantor bupati.
“Ke arah selatan itu lembah. Jadi, daerah yang
terbelah Sungai Cimanuk di lokasi kota posisinya lembah serta dibawah dari pada daerah lain di Garut. Itu daerah Tarogong Kidul, ” kata dia.
Fikri mengakui ketakutan serta pilih mencari orang lain untuk lihat peristiwa saat jalan, tempat tinggal, serta bangunan lain diterjang banjir. Walau sebenarnya, terlebih dulu, lokasi itu ramai arus jalan raya, walau tengah malam. Ruang ini kerapkali macet pada siang hari.
“Kalau siang hari di tempat ini macet sekali. (Arus jalan raya di) jalur yang saat ini jadi hancur ini (umumnya) padat. Malam tadi lokasi ini seperti danau, tertutup air, ” katanya.
Saksi mata yang lain, Deni (54), asal Cidaun, Garut, mengakui tengah melintas di perempatan Cimanuk, Garut, malam tadi. Ia cemas lantaran lihat lokasi yang setiap harinya penuh sesak oleh warga serta arus jalan raya yang macet itu saat ini telah tertutup air yang meluap dari Sungai Cimanuk yang membelah lokasi perkotaan Garut.
“Saya mah tidak tahu malam tadi mesti bagaimana. Disini itu telah seperti laut, Pak, ” kata dia.
Hingga saat ini ruang di Kota Garut arah Kantor Bupati lewat Jalan Cimanuk lumpuh. Pencarian korban masihlah dikerjakan pasca-banjir bandang malam tadi. Beberapa korban yang wafat serta terluka segera dibawa ke RSUD dr Slamet, Garut, serta diletakkan di lantai dua lantaran cemas banjir susulan bakal berlangsung kembali.