Sabtu, 17 Desember 2016
BERITA
Heboh.!!Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas Berpelukan,Dan Isi Surat Wasiatnya Sunguh Mengharukan..!!Bantu Share Dan Do'anya YA"'
Pasangan suami istri ini memilih untuk mengakhiri hidupnya dan meninggalkan surat wasiat untuk anaknya yang terlilit hutang.
Kisah pilu ini dialami oleh sepasang suami istri yang ditewakan tewas dengan kondisi memilukan.
Mereka ditemukan tewas dalam keadaan berpelukan di Desa Butuh, kecamatan Keras, Kediri, Jawa Timur.
Seperti dikutip dari akun Facebook Andi Teposs, jasad suami istri ditemukan di sebuah pekarangan tempat tinggal warga.
Suami istri ini tewas dengan jasad yang saling berpelukan.
Suaminya menggunakan celana panjang warna cokelat dengan switer warna biru.
“”MALU ANAKNYA PUNYA BANYAK, HUTANG,,. PASUTRI INI MEMILIH BUNUH-DIRI,. ”””
“”MENINGGALKAN SURAT WASIAT,,. ””UNTUK DIKUBUR DALAM SATU LIANG-LAHAT,,. ”””
Warga Desa Butuh kecamatan Keras Kediri Jawa Timur geger. Pasalnya dipekarangan salah satu warga ditemukan dua orang yang sudah meninggal dunia dengan posisi berdekapan. Sesudah dilihat oleh saksi mata ternyata dua korban itu adalah pasangan suami istri bernama Hartono dan istrinya yang umum di panggil Bu Is. Di sekitar lokasi peristiwa ditemukan dua botol air mineral yang telah digabung dengan racun serangga berwarna kuning yang disangka diminum untuk bunuh diri. Diduga pak Hartono bersama isterinya meninggal dunia mulai sejak semalam karena tubuhnya sudah dikerubuti semut. Pada mulut korban juga mengeluarkan busa. ”
Sedang istrinya, menggunakan pakaian lengan panjang warna merah muda dan celan panjang biru.
Ada warga yang mengetahui wajah mereka.
Mereka berdua adalah Hartono dan istrinya, Bu Is.
Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad mereka berdua, ditemukan air mineral yang sudah dicampur dengan racun serangga.
Diduga, mereka tewas setelah meminumnya.
Di mulut ke-2 korban juga berbusa.
Ada seseorang warga yang bertemu dengan mereka berdua pada malam sebelumnya.
Sunu salah satu warga desa itu menyampaikan bahwa semalam dirinya masih bertemu dengan Hartono dan tidak ada tanda-tanda ada permasalahan.
”Semalam saya masih ketemu dijalan mas, ndak tahunya saat ini telah meninggal. ” terang Sunu
Dari tubuh kobrna juga ada satu helai kertas yang berisikan pesan.
Kisah pilu ini dialami oleh sepasang suami istri yang ditewakan tewas dengan kondisi memilukan.
Mereka ditemukan tewas dalam keadaan berpelukan di Desa Butuh, kecamatan Keras, Kediri, Jawa Timur.
Seperti dikutip dari akun Facebook Andi Teposs, jasad suami istri ditemukan di sebuah pekarangan tempat tinggal warga.
Suami istri ini tewas dengan jasad yang saling berpelukan.
Suaminya menggunakan celana panjang warna cokelat dengan switer warna biru.
“”MALU ANAKNYA PUNYA BANYAK, HUTANG,,. PASUTRI INI MEMILIH BUNUH-DIRI,. ”””
“”MENINGGALKAN SURAT WASIAT,,. ””UNTUK DIKUBUR DALAM SATU LIANG-LAHAT,,. ”””
Warga Desa Butuh kecamatan Keras Kediri Jawa Timur geger. Pasalnya dipekarangan salah satu warga ditemukan dua orang yang sudah meninggal dunia dengan posisi berdekapan. Sesudah dilihat oleh saksi mata ternyata dua korban itu adalah pasangan suami istri bernama Hartono dan istrinya yang umum di panggil Bu Is. Di sekitar lokasi peristiwa ditemukan dua botol air mineral yang telah digabung dengan racun serangga berwarna kuning yang disangka diminum untuk bunuh diri. Diduga pak Hartono bersama isterinya meninggal dunia mulai sejak semalam karena tubuhnya sudah dikerubuti semut. Pada mulut korban juga mengeluarkan busa. ”
Sedang istrinya, menggunakan pakaian lengan panjang warna merah muda dan celan panjang biru.
Ada warga yang mengetahui wajah mereka.
Mereka berdua adalah Hartono dan istrinya, Bu Is.
Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad mereka berdua, ditemukan air mineral yang sudah dicampur dengan racun serangga.
Diduga, mereka tewas setelah meminumnya.
Di mulut ke-2 korban juga berbusa.
Ada seseorang warga yang bertemu dengan mereka berdua pada malam sebelumnya.
Sunu salah satu warga desa itu menyampaikan bahwa semalam dirinya masih bertemu dengan Hartono dan tidak ada tanda-tanda ada permasalahan.
”Semalam saya masih ketemu dijalan mas, ndak tahunya saat ini telah meninggal. ” terang Sunu
Dari tubuh kobrna juga ada satu helai kertas yang berisikan pesan.
“Pesan BPk dan Ibu, Dana di 2 buku BTPN bisa untuk biaya. cincin ibu dibagi 2, Jarit serta Almar. Ayah serta Ibu jadikan satu lubang saja. Pembayaran rumah ayah Masrok udah lunas. biaya pajak penjualan dan pembelian tanggungan pak Masrukan. Barang2 milik ibu dan ayah terserah kalian. Sing rukun. Selamat tinggal, doakan Ayah dan Ibu, ” tulis dalam secarik kertas itu.
“Sementara itu Kapolsek Kras Kediri, AKP Muklason, mengatakan, menurut saksi mata Pak Nurhadi dan Pak Mugi, warga setempat, motif bunuh diri Pak Hartono berbarengan isterinya karena anaknya banyak hutang dan mereka malu. Sehingga memilih bunuh diri.
Saat berita ini ditulis warga masih cukup ramai dan korban dibawa ke tempat tinggal sakit untuk dikerjakan autopsi oleh pihak berwajib.
mudah-mudahan amal beribadah mereka diterima di segi Allah swt.. Aamiin, ” catat dalam info tulisan itu.
Remaja Ini Catat Surat Untuk Ibunya Sebelumnya Gantung Diri
Umur yang cukup labil, ditambah dengan desakan hidup yang berat, sering bikin sebagian orang mengambil keputusan untuk lakukan hal nekat, umpamanya bunuh diri.
Seperti yang dikerjakan oleh seseorang remaja berumur 18 th. di Pontianak, Joko Putra yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya lewat cara gantung diri.
Joko disangka telah tak tahan dengan penyakit yang dideritanya.
Ia bertindak nekatnya itu di tempat tinggalnya di Jalan Karet, Pontianak Barat, Selasa (28/6/2016) sekitaran jam 12. 00 WIB.
Kepala Polsek Pontianak Barat, Kompol Joko Sulistiono menyampaikan, remaja ini diketemukan dalam kondisi wafat dunia dengan posisi bergantung di pintu masuk menuju ruangan dapur tempat tinggalnya.
“Pada waktu peristiwa, korban cuma tinggal sendirian dirumah serta orangtuanya tengah bekerja, ” terang Joko, Selasa (28/6/2016).
Menurut orangtuanya, Joko alami sakit dibagian tenggorokan.
Tetapi, sesudah di check belum diketemukan penyakit yang terkena anaknya itu.
Kompol Joko menyampaikan, waktu olah TKP, pihaknya temukan sepucuk surat wasiat dari korban yang diperuntukkan pada ibunya.
Isi surat itu mengatakan kalau korban tak tahan lagi dengan penyakitnya serta dia tidak mau merepotkan orangtuanya untuk cost penyembuhan.
Tersebut isi surat wasiat itu :
Dear Mama
Joko nahan sakitnya sakit, Mak. Tenggorokan Joko untuk ngecap sulit. Joko takutnya jika berobat butuhkan uang banyak…Kasihan ibu telah cukup penderitaan ibu bayar hutang…Tapi jika Joko nahan kaya gini selalu takutnya lebih kronis. Ibu yang tegar…masih ada si kembar yang jadi harapan mamak serta Joko…Mamak yaitu ibu yang terhebat didunia. Joko sayang mamak.
Kapolsek menyampaikan, korban pernah diidentifikasi serta visum untuk tahu penyebabnya kematiannya.
Tetapi, pihak keluarga menampik untuk dikerjakan otopsi serta menginginkan selekasnya
memakamkan korban.

“Sementara itu Kapolsek Kras Kediri, AKP Muklason, mengatakan, menurut saksi mata Pak Nurhadi dan Pak Mugi, warga setempat, motif bunuh diri Pak Hartono berbarengan isterinya karena anaknya banyak hutang dan mereka malu. Sehingga memilih bunuh diri.
Saat berita ini ditulis warga masih cukup ramai dan korban dibawa ke tempat tinggal sakit untuk dikerjakan autopsi oleh pihak berwajib.
mudah-mudahan amal beribadah mereka diterima di segi Allah swt.. Aamiin, ” catat dalam info tulisan itu.
Remaja Ini Catat Surat Untuk Ibunya Sebelumnya Gantung Diri
Umur yang cukup labil, ditambah dengan desakan hidup yang berat, sering bikin sebagian orang mengambil keputusan untuk lakukan hal nekat, umpamanya bunuh diri.
Seperti yang dikerjakan oleh seseorang remaja berumur 18 th. di Pontianak, Joko Putra yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya lewat cara gantung diri.
Joko disangka telah tak tahan dengan penyakit yang dideritanya.
Ia bertindak nekatnya itu di tempat tinggalnya di Jalan Karet, Pontianak Barat, Selasa (28/6/2016) sekitaran jam 12. 00 WIB.
Kepala Polsek Pontianak Barat, Kompol Joko Sulistiono menyampaikan, remaja ini diketemukan dalam kondisi wafat dunia dengan posisi bergantung di pintu masuk menuju ruangan dapur tempat tinggalnya.
“Pada waktu peristiwa, korban cuma tinggal sendirian dirumah serta orangtuanya tengah bekerja, ” terang Joko, Selasa (28/6/2016).
Menurut orangtuanya, Joko alami sakit dibagian tenggorokan.
Tetapi, sesudah di check belum diketemukan penyakit yang terkena anaknya itu.
Kompol Joko menyampaikan, waktu olah TKP, pihaknya temukan sepucuk surat wasiat dari korban yang diperuntukkan pada ibunya.
Isi surat itu mengatakan kalau korban tak tahan lagi dengan penyakitnya serta dia tidak mau merepotkan orangtuanya untuk cost penyembuhan.
Tersebut isi surat wasiat itu :
Dear Mama
Joko nahan sakitnya sakit, Mak. Tenggorokan Joko untuk ngecap sulit. Joko takutnya jika berobat butuhkan uang banyak…Kasihan ibu telah cukup penderitaan ibu bayar hutang…Tapi jika Joko nahan kaya gini selalu takutnya lebih kronis. Ibu yang tegar…masih ada si kembar yang jadi harapan mamak serta Joko…Mamak yaitu ibu yang terhebat didunia. Joko sayang mamak.
Kapolsek menyampaikan, korban pernah diidentifikasi serta visum untuk tahu penyebabnya kematiannya.
Tetapi, pihak keluarga menampik untuk dikerjakan otopsi serta menginginkan selekasnya
memakamkan korban.
