Kamis, 08 Desember 2016
INSPIRATIF
Perjuangan Suami yang Menjaga Istrinya, Lihatlah Apa yang di Lakukanya Sangat Mengejutkan!!
Para Suami, beberapa Istri maupun sebagian calon suami istri, perlu kalian tau bila ini yakni satu narasi 'tragis' dalam kehidupan berumahtangga. Saya meyakini kalian nantinya pastinya akan menyesal dan sangat terpaksa membaca lagi dari pertama jika melupakan satu kalimat saja dalam cerita yg saya tulis ini.
Semuanya berawal dari satu rumah menawan dipinggir desa, yg mana hiduplah di sana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina. Pak Andre yakni anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedang Bu Rina yaitu anak orang umum.
Akan tetapi ke-2 orang-tua Pak Andre, demikian menyayangi menantu satu satunya itu. Karena kecuali rajin, patuh dan taat melaksanakan ibadah, Bu Rina juga telah tak punyai saudara dan orang-tua lagi.
Mereka semuanya jadi salah satu korban gempa satu tahun lebih yg lalu.
Sepintas orang lihat, mereka yakni pasangan yg begitu serasi.
Para tetangganya juga tahu bagaimana mereka dahulu merintis usaha dari kecil untuk meraih kehidupan mapan seperti saat ini.
Sayangnya, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun saat sepuluh th. umur pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun.
Menyebabkan Pak Andre putus harapan hingga meskipun masihlah demikian cinta, dia miliki kemauan untuk menceraikan sang istri, yg dianggabnya tidak bisa memberi keturunan sebagai penerus generasi.
Setelah melalui perbincangan sengit, dengan begitu sedih dan duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina juga menyerah pada ketetapan suaminya untuk tetaplah bercerai.
Sambil menahan perasaan yg tak menentu, suami istri itupun mengemukakan inspirasi perceraian itu pada orang tuanya. Orang tuanya juga menentang keras, demikian tak sepakat, namun nampaknya ketentuan Pak Andre telah bulat. Dia tetaplah bakal menceraikan Bu Rina.
Setelah berdebat cukup lama dan alot, selanjutnya dengan berat hati ke-2 orang-tua itu
menyepakati perceraian itu dengan satu prasyarat, yakni agar perceraian itu juga
diadakan dalam satu pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.
Karena tidak ingin mengecewakan ke-2 orang tuanya, jadi syarat-syarat itu
juga di setujui.
Demikian hari kemarin, pesta diadakan. Saya berani sumpah apabila itu yaitu satu pesta yg sangat tak membahagiakan untuk siapapun yg ada.
Pak Andre tampak tertekan, stres dan selalu menenggak minuman mengandung alkohol hingga mabuk dan sempoyongan.
Sesaat Bu Rina terlihat selalu melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya.
Di sela mabuknya itu tibatiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang, " Istriku, waktu anda pergi nanti... ambillah saja dan bawalah dan semua barang bernilai atau apa pun itu yg anda sukai dan anda sayangi sampai kini..! "
Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan pada akhirnya tak sadarkan diri.
Besok harinya, selesai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut denyut berat.
Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, sedikit yg dikenalnya
kecuali satu.
Rina istrinya, yg masih tetap sangat ia cintai, sosok yg selama bertahuntahun ini
rekani hidupnya. Jadi, dia juga lalu bertanya, " Ada dimakah saya..? Kelihatannya ini tidaklah kamar kita..? Apakah saya masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan... "
Bu Rina juga lalu melihat suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab, " Suamiku... ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu beberapa tetangga.
Kemaren anda katakan di depan kebanyakan orang apabila saya bisa membawa apa saja yg saya menginginkan dan saya sayangi. Dan perlu kamu tahu, didunia ini tidak ada satu barang juga yg bernilai dan saya cintai dengan sepenuh hati kecuali anda. Oleh karena itu anda saat ini kubawa dan dimanapun saya pergi. Ingat, anda telah berjanji dalam pesta itu..! "
Dengan perasaan terperanjat setelah tertegun sebentar dan sebentar tersadar, Pak Andre juga lalu bangun dan lalu memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam.
Bu Rina juga hanya bisa pasrah tanpa ada dapat membalas pelukannya. Ia biarkanlah ke-2 tangannya tetaplah lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.
" Maafkan saya istriku, saya sungguh bodoh dan tidak paham bila ternyata
sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sampai walaupun saya telah menyakitimu dan
miliki kemauan menceraikanmu walau, anda tetap masih menginginkan membawa dan diriku
bersamamu dalam keadaan apa pun... "
Ke-2 suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan serta keduanya sama bertangisan melampiaskan penyesalannya masingmasing. Mereka pada akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk masih saling menyukai sampai ajal memisahkannya. Yup... till death do apart..! Subhanallah...
Tahukah kalian, apa yg bisa kita jalani dari cerita diatas? Jika menurut Kang Sugeng sih begini, maksud utama dari satu pernikahan itu tidak cuma untuk menghasilkan keturunan, walaupun diakui memperoleh buah hati itu yaitu dambaan setiap pasangan suami istri, namun sesungguhnya ada banyak halhal lain yg juga butuh diselami dalam hidup berumahtangga.
Untuk itu rasa-rasanya kita perlu berikan kesegaran kembali maksud kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk keduanya sama sukai pada, keduanya sama melindungi baik dalam kondisi gemari ataupun duka. Melalui kesadaran itu, apa pun kondisi rumah tangga yg kita lakoni akan dapatkan satu solusi. Sebab sistem dapatkan jalan keluar dengan berlandaskan kasih sayang saat hadapi satu masalah, sesungguhnya yakni salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.
" Harta dalam rumah tangga itu tidaklah ada dari banyak tumpukan materi yg dipunyai, tetapi dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg ada pada keluarga itu. Jadi jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!